Indonesia dikaruniai kekayaan adat yang tiada duanya, dari Sabang hingga Merauke. Tak ketinggalan juga, Provinsi Baten, yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, juga memiliki keberagaman dalam hal budaya.

Salah satu tradisi tersebut adalah berupa upacara adat Banten, yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur. Berikut adalah upacara adat Banten tersebut.

Jenis dan Penjelasan Upacara adat Banten

1. Seren Taun (Ngawalu/Kawalu)

01 Seren Taun

Seren taun merupakan salah asatu upacara adat tahunan yang diadakan di Banten. Umumnya, ritual ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur warga setempat atas hasil panen yag diperoleh. Bentuk upacaranya sendiri adalah dengan menyerahkan hasil bumi, seperti padi, untuk disimpan dalam Leuit, yakni lumbung padi desa.

Acara ini biasanya digelar oleh masyarakat yang tinggal di Desa Kenakes, Lebak, Banten. Dan hebatnya lagi, upacara adat ini sudah dilaksanakan sejak pemerintahan Kerajaan Pajajaran di Sunda. Wow!

Pada dasarnya, memang, kebudayaan yang diwariskan para leluhur, harus dilestarikan generasi berikutnya. Budaya adat dari daerah lain harusnya juga demikian. Nah, membahas tema budaya ini, kamu mempelajari lebih dalam lewat situs Selasar.com.  Misalnya adalah Tari Merak, yang juga tetap lestari sampai sekarang.

2. Ngalaksa

02 Ngalaksa

Ngalaksa adalah upacara lanjutan setelah diadakan ritual Ngawalu. Upacara ini biasa diadakan dalam bentuk kegiatan membuat laksa, yaitu hidangan adat sejenis mie atau kueyiaw, yang pipih lebar dibuat dari tepung beras.

Semua warga Baduy mesti terlibat dalam kegiatan ini, yang disamping untuk memerihakan acara, juga berfungsi untuk menghitung jumlah penduduk. Termasuk juga untuk mengetahui bayi yang sudah lahir dan bayi dalam kandungan.

3. Seba

03 Seba

Tradisi Seba dilakukan oleh masyarakat Suku Baduy yang dikenal sebagai kelompok masyarakat yang membatasi diri dari dunia luar. Namun, ada satu momen masyarakat ini berbondong-bondong keluar wilayahnya, yakni pada acara Upacara Seba.

Pada saat acara ini diadakan, warga Baduy, baik dari Baduy Luar ataupun Baduy Dalam, akan melakukan perjalanan dari Desa Kenakes di Kabupaten Lebak, menuju ke Serang, ibukota Provinsi Banten.

Bagi warga Baduy, tradisi Seba adalah warisan dari nenek moyang yang mesti diadakan tiap tahun. Umumnya, perjalanan ini dilakukan pasca panen ladang huma. Tujuan dari tradisi Seba adalah untuk memberikan seserahan hasil bumi kepada Ibu Gede dan Bapak Gede, yakni bupati dan kepala pemerintahan setempat.

4. Upacara Adat Pernikahan Banten

a. Ngolotkeun

04 01 Ngolotkeun

Berbeda dengan prosesi pernikahan yang ada pada umumnya, dalam tradisi Banten, yang memutuskan calon menantu adalah pihak perempuan. Maka dari itu, akan diadakan Ngolotkeun, yakni upacara yang diadakan calaon pengantin perempuandengan cara mengirim utusan kepada calaon pengantin pria. Dalam kesempatan ini, akan ditentukan kapan waktu pernikahan akan dilangsungkan.

b. Seserahan

04 02 Seserahan

Upacara Seserahan diadakan pasca prosesi akad nikah dilakukan. Umumnya, dalam ritual ini akan diserahkan berbagai makanan minuman, baju, seikat padi, tebu wulung, siring, serta pinang lengkap dengan tangkainya kepada pihak pria.

Dalam kesempatan ini, pihak pengantin perempuan sekaligus akan menjemput pengantin pria dari kediamannya, pada waktu menjelang maghrib. Kedua pengantin pun akan kembali menuju ke kediaman pengantin perempuan, dengan membawa balasan seserahan.

c. Buka Pintu

04 03 Buka Pintu

Sesampai di kediaman pengantin perempuan, pengantun laki-laki mesti menunggu terlebih dahulu di luar rumah. Sementara, pengantin perempuan akan masuk rumah lebih dahulu. Dalam kesempatan ini, pihak keluarga pengantin pria akan melakukan iring-iringan marhaban dan rebana.

d. Huap Lingkung

04 04 Huap Lingkung

Pasca pengantin laki-laki diterima oleh keluarga pengantin perempuan, maka keduanya akan didudukkan di teras rumah, dengan alas tikar. Acara dilanjutkan dengan penyuapan nasi punar untuk kedua pengantin, yang dilakukan oleh para sesepuh saru per satu.

e. Ngeroncong

04 05 Ngeroncong

Dalam upacara ini, kedua pengantik akan didudukkan di kursi yang dialasi kain batik berukuran panjang dan baru. Prosesi ini masih dilakukan di area depan rumah.

Lalu, dengan bergantin semua kerabat dan undangan akan menyampaikan upacara selamat kepada kedua mempelai. Kemudian, prosesi ini akan diikuti dengan pemberian uang receh ke kotak yang telah disiapkan.

***

Demikianlah informasi tentang upacara adat Banten yang dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Semoga artikel ini memberi wawasan dan kebermanfaatan untuk pembaca sekalian.

Avatar
Author

Write A Comment