Kanker serviks atau yang biasa diketahui kanker leher rahim menjadi momok bagi kaum perempuan. Di Indonesia sendiri, kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada perempuan. Untuk itu kita perlu mengenali tanda, gejala awal dan ciri-ciri kanker serviks, karena semakin awal terdeteksi dan terapi maka angka kesembuhannya akan lebih baik.

Kanker pada serviks terjadi ketika sel-sel permukaan yang melapisi bagian leher rahim atau disebut juga mulut rahim ini mulai berubah dan tumbuh abnormal. Seiring waktu, sel-sel tidak normal dapat menjadi kanker atau dapat kembali normal. Untungnya kebanyakan perempuan yang memiliki sel-sel tidak normal tidak serta merta berkembang menjadi penyakit kanker.

Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Berkembang biak

Dalam perkembangannya sel-sel kanker yang telah berubah menjadi kanker akan langsung berkembangbiak. Dan saat itu tentu ada perlawanan dari daya tahan tubuh kita. Namun jika sel-sel kanker tersebut yang menang, maka sel-sel yang ganas akan berlanjut mengembangkan dirinya di dalam tubuh.

Awalnya, sel ini terbatas pada daerah lapisan permukaan serviks, kemudian lama kelamaan masuk ke lapisan yang lebih dalam, menyebar ke rahim, kemudian menyebar ke kelenjar getah bening, menyebar ke aliran darah, hingga dapat menyebar ke organ lainnya.

Stadium

Melihat dari sejauh mana kanker serviks ini berkembang, maka para ilmuan memberikan derajat atau stadium pada kanker serviks, dimulai dari stadium 0, 1, 2, 3, dan yang terakhir stadium 4 atau lanjut. Dan ketika penanganan dilakukan pada saat stadium awal, maka angka kesembuhan kanker serviks akan lebih tinggi.

Hal ini pun dibagi dalam tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk setiap stadium kanker. Yang pertama adalah stadium I yakni lebih dari 90%, kemudian ada stadium II 60-80%, lanjut stadium III yakni sekitar 50%, dan yang terakhir stadium IV yang mana kurang dari 30%.

Awal

Dalam kebanyakan kasus, kanker pada bagian leher rahim atau serviks tidak menimbulkan gejala pada tahap awal penyakit. Tidak adanya gejala awal atau ciri-ciri kanker serviks ini membuat tes skrining dengan Pap smear secara rutin penting untuk dilakukan oleh para wanita. Pemeriksaan yang rutin ini dilakukan untuk melihat sel-sel abnormal pada leher rahim

Dari pemeriksaan ini dapat dipantau dan diobati sedini mungkin sebelum berubah menjadi kanker. Dan dari sini kebanyakan perempuan disarankan untuk tes Pap smear dimulai pada usia 21 tahun. Ingat, pemeriksaan pap smear ini sangat penting mengingat gejala awal kanker serviks tidak selalu terlihat.

Metode skrining atau pemeriksaan lainnya yaitu Tes HPV untuk mendeteksi adanya strain virus HPV dalam tubuh. HPV yang dimaksud merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan HPV yang satu ini bisa dilakukan mulai usia 30 tahun.

Walau metode skrining telah dinyatakan tidak 100% akurat, namun tes yang satu ini seringkali merupakan metode yang efektif untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium awal ketika masih sangat dapat diobati. Bicarakan semuanya dengan dokter tentang jenis skrining kanker pada serviks yang tepat untuk Anda.

Pendarahan Abnormal

Pendarahan yang terjadi tidak normal pada vagina ini di antara periode menstruasi, setelah hubungan seksual atau perdarahan yang terjadi pasca-menopause.

Umumnya saat keputihan, keluar cairan yang encer, berwarna merah muda atau berbau busuk. Kemudian, ditandai juga dengan nyeri panggul. Nyeri selama melakukan hubungan seksual atau pada waktu lain yang menunjukkan bahwa ada perubahan tidak normal pada leher rahim, atau hal ini juga bisa terjadi akibat kondisi yang kurang serius.

Berbagai ciri awal kanker serviks ini harus selalu didiskusikan dengan dokter. Dokter pun akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab-penyebabnya, Ketika sudah dipastikan bahwa penyebabnya adalah kanker pada bagian serviks, maka dokter akan menentukan di stadium manakah perkembangan kanker tersebut.

Author

Write A Comment